Kamis, 07 Januari 2016

Belajar dari Rajawali

Taukah anda, bahwa rajawali tahu kapan badai muncul jauh sebelum peristiwa terjadi?

Rajawali akan terbang sampai ketinggian tertentu & menunggu angin itu datang.
Ketika pada saat badai itu muncul, dia akan mengembangkan sayapnya, sehingga angin akan mengangkatnya ke atas badai.

Ketika badai mengamuk di bawahnya,rajawali membumbung tinggi di atasnya.

Rajawali TIDAK MELARIKAN DIRI DARI BADAI, tetapi rajawali MEMANFAATKAN BADAI UNTUK MENGANGKATNYA LEBIH TINGGI.

Rajawali mengendarai angin yg menimbulkan badai.
Ketika Badai Kehidupan menerpa & kita semua pasti akan mengalaminya,kita bisa naik di atasnya dengan CARA MENYETEL ALAM PIKIRAN & KEYAKINAN diri kita.

Kita bisa membumbung tinggi di atas badai…
BUKAN BEBAN YANG MENYEBABKAN KITA JATUH, TAPI CARA KITA MENGATASI BEBAN ITULAH YG MENYEBABKANNYA !!!

BE PRESENT, BE AWARE BE HAPPY & ALWAYS ENJOY

Muhasabah diri

Wahai diri....

Kehidupan seorang Mukmin tidak di hadirkan  dengan sgala Kemudahan, Kenyamanan, dan limpahan Kesenangan...

Kehidupan hadir bagai penjara yg Menawan jiwa....  penuh dgn Ketidaknyamanan dan Pengorbanan.
Perjalanan akan membawamu jatuh bangun... Lunglai Menata hati dalam Sabar.... Terseok zig zag dalam Ikhlas, dan tertatih lemah dalam benaman tawakal yg panjangg....

Ujian Kehidupan berputar bagai jarum jam dalam lintasan waktu di tiap fase Kehidupan, tidak Memberikan jeda untuk santai dan bermain-main...
Hanya selingan kecil sbuah rihlah ringan yang kadang datang.... Skedar utk menarik napas panjang dan Menyiapkan punggung tegak vertikal, utk Mempersiapkan diri pada episode-episode Ujian yg akan datang...

Sepi dan sendiri Menatap tajam ke depan..... Hilangkan asa yg terputus ketika diri sepi dalam diam dan sendiri tanpa teman berbagi...  karena memang tidak perlu berbagi.
Sebagaimana agamamu mengajarkan,
Kamu memilih sepi sendiri dan diam tak berbagi....
Karena.... Ingatt !!!  betapa buruknya adabmu dan tidak santunnya dirimu... Bila Robb Tuhanmu... kamu adukan pada manusia atas perihal dirimu...
Maka... Tetaplah jaga adab pada Robbmu... !!!

Diujung kepasrahan yg dalammm.... Kadang kamu bergumam...., " Dimanakah Engkau yaa Robb.." Menanti pertolongan dgn harap harap cemas yg panjang...
Nyatanya hadiah ujian itu tetap Robbmu kirim dan paketkan.... Walau rintihanmu makin sayup sayup terdengar lemah dalam tatapan yg nanar...

Tapiii.....,,
Tetaplah tenang... dalam beningnya hati dan jernihnya pikiran...
Kamu hanya perlu duduk tenang dalam diam dengan Ribuan kata tanpa suara,
Dalam ruku dan sujud yg panjang di sepertiga malam... Maka disitu kamu akan dapatkan teman.... yaitu potret diri... Malaikat suci... Si hati Nurani, maka dengannya kamu bisa berbagi dan meminta fatwa.

Wahai diri...
Zona ketidaknyamana... memang sangat tidak nyaman... kadang sabarnya begitu membakar... kadang pahit... dan pahitnya seperti buah pare yang rasanya ingin kamu muntahkan.... tapii, percayalah kamu hanya menjalani takdirmu dan berpindah dari satu takdir ke takdir yg lainnya.... dan tidak semua takdir kelat adanya.... dan tidak harus futur menjalaninya.

Wahai diri....
jangan kau lelahh... !!!
Jadikanlah sholat sebaik baik istirahat dari segala kelelahanmu....
Dan jagalah hatimu, Perbaharui niat dan terus memperbaikinya.... karena syaitan memang slalu mengintai lalaimu... Menyusup dalam hatimu.... membuat was was, dan berharap gundahmu....

Bersabarlah dan pertahankan Kesabaran itu..... Ikhlaskan dan lapangkan jalan Keikhlasan itu... Niscaya tarikan hatimu lbh membetotmu utk tetap tunduk patuh pada kehendak Robbmu....

Dan karena seperti itulah Allooh berkehendak... agar kamu berjalan diatas Muka bumi dan Menuju Allooh sdh bersih dari khilaf dan dosa

Wahai diri...
Tersenyum dan tetap tersenyumlah....
Tetap tegar.... Ketangguhan Memimpin dirimu... dan buat bidadari syurga cemburu padamu.....

Bekasi,
Dalam jum'at yg sunyi...

Share from
@l qonitaat

Sabtu, 02 Januari 2016

Nasehat zuge liang

SERI MENGENAL AHLI STRATEGI PERANG TERMASHYUR, ZHUGE LIANG

10 KEKUATAN MANUSIA

Selama menjadi penasehat, Zhuge Liang pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, diantaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu :

1. Kekuatan Keheningan
Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita.

2. Kekuatan Hidup Hemat
Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.

3. Kekuatan Membuat Perencanaan
Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail – Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.

4. Kekuatan Belajar
Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

5. Kekuatan Nilai Tambah
Nasehatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda.

6. Kekuatan Kecepatan
Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, “Alone we can do so little; together we can do so much. – Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan,” kata Hellen Keller.

7. Kekuatan Karakter
Zhuge Liang menasehati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, “Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh.”

8. Kekuatan Waktu
Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat.

9. Kekuatan Imaginasi
Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, “Imagination is everything. It is the preview of life’s coming attractions. – Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang.”

10. Kekuatan Kesederhaan
Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. “

Jumat, 01 Januari 2016

Filosofi pensil

JADILAH SEPERTI PENSIL

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
“ Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku ?”
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.
Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“ Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya ”, Ujar si cucu.
Si nenek kemudian menjawab,
“ Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini ”,
Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.
Pertama:
Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya ”.
Kedua:
Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik ”.
Ketiga:
Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.
Keempat:
Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu ”.
Kelima:
Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”

Smg bermanfaat