[20:55, 12/6/2015] Mas Wito1: ⚠⚠SANGAT PENTING!
BEGINI SKEMA RIBA MENJADIKAN ANDA BUDAK
💢Terjadi penyesatan logika, ketika kita ditawari utang oleh sebuah bank, maka kita diiming-imingi dengan bunga yang murah sekali.
♥Biasanya mereka memberikan gambaran bunga HANYA 1% - 2% perbulan.
🔆Logika kita akan berbicara, dengan uang yang kita pinjam, ketika diputar untuk bisnis misalnya, setiap bulan kita bisa menghasilkan keuntungan misalnya 5% saja, maka dengan beban bunga hanya 1% - 2% perbulan, maka keuntungan kita masih ada 3%-4%.
💰Katakanlah kita pinjam uang Rp. 50.000.000,-
Dengan uang tersebut, kita berasumsi bisa menghasilkan Rp. 2.500.000 sebulan.
Sementara bunga bank hanya 1.5% misalnya. Maka besar bunga hanya Rp, 750.000,-. Itu artinya, keuntungan kita yang Rp. 2.5 juta - Rp. 750 ribu masih sisa =Rp. 1.750.000,-. Itu artinya, kita masih untung dengan melakukan pinjaman ke bank.
⛔Apakah anda termasuk orang yang berpikir seperti diatas?
Mari kita bongkar kesesatan logika kita.
✔1. Apakah anda lupa, bahwa modal yang anda dapat dari bank setiap bulan berkurang karena anda mengangsur pokoknya?
✔2. Anggap anda bisa dapat keuntungan bersih 5% dan selalu tetap (walaupun hampir tidak mungkin), maka setiap bulan keuntungan anda akan menurun karena modal yang anda pinjam harus anda kembalikan ke bank dalam bentuk angsuran setiap bulan.
✔3. Sementara modal anda setiap bulan berkurang, ternyata beban bunga yang anda tanggung tetap.
✔4. Didalam simulasi, seandainya anda mampu membukukan keuntungan tetap setiap bulan sebesar 5% (walaupun sebenarnya hampir tidak mungkin), maka di bulan ke-27, penghasilan anda akan minus, karena pemasukan anda lebih kecil dari bunga yang anda bayarkan.
✔5. Mulai bulan ini hingga terakhir, uang anda sendiri akhirnya akan ikut tergerus untuk membayar bunga setiap bulan.
✔6. Kondisi ini jauh lebih parah jika anda meminjam uangnya lebih besar lagi, dan jangka waktunya lebih lama lagi.
✔7. Kondisi minus seperti ini, biasanya tidak anda sadari, anda hanya beranggapan, bahwa anda butuh modal tambahan, sehingga, biasanya yang terjadi, sebelum lunas, anda akan mengambil utang baru lagi.
✔8. Ketika anda memutuskan mengambil utang baru, baik dengan Top Up, maupun dengan Take Over, maka anda akan kena biaya-biaya tambahan seperti: Bunga berjalan, beban beberapa kali angsuran, pinalti, provisi, biaya notaris, dll.
✔9. Sehingga pinjaman anda yang ke2, anggap anda pinjam uang 100 juta, paling anda hanya menerima beberapa puluh juta saja, karena anda masih memiliki angsuran yang belum selesai juga tanggungan biaya-biaya seperti diatas.
✔10. Jika sudah seperti ini kondisinya, maka kematian bisnis anda semakin cepat, kalau misal dipinjaman pertama anda minus dibulan ke-27, maka pinjaman ke-2 bisa jadi anda sudah minus dibulan ke 12, sehingga memaksa anda akhirnya top up lagi, ataupun take over lagi. Begitu seterusnya.
✔11. Yang harus anda mengerti, bunga dari bank 1.5% itu hanya akan anda nikmati saja dibulan pertama. Bukan setiap bulan!
✔12. Bank menghitung bunga itu dari NOMINAL PINJAMAN PERTAMA anda, bukan BESAR UANG YANG MASIH ANDA PINJAM.
❗Jadi, jangan lagi percaya, bahwa bunga 1%-2% itu murah!
🚫Silakan pakai logika anda.
💡Saya jelaskan bahayanya riba, ga pake dalil Al Qur'an, ga pake hadits. Cukup pakai akal sehat anda sudah cukup, maka anda akan mengerti bahwa riba itu seperti racun yang akan membuat kita mati, baik cepat ataupun lambat.
📚Anda yang ingin menghitung sendiri simulasinya, silakan download disini rumusnya, gratis:
https://drive.google.com/file/d/0Bzeoajn7I67WLTdfMk9jcUkydXc/view?usp=sharing
(Copy dan paste link tersebut di browser anda)
👔Yang orang bank, mau marah boleh, tapi anda tidak bisa membantah FAKTA ini.
🍃Mohon sebarluaskan informasi ini, agar semakin banyak orang yang terselamatkan dari bahaya riba.
☀Berdakwah adalah Fardhu 'Ain, kewajiban setiap muslim.
[20:56, 12/6/2015] Mas Wito1: 🏡Di sebuah desa, ada seorang pemuda yang memiliki 2 ekor kambing di kandangnya. Setelah dengan sabar dirawat kambing-kambing itu selama beberapa tahun, akhirnya kambingnya itu berkembang menjadi 20 ekor kambing. 🐑
⛅Suatu hari, pemuda ini menemukan 2 ekor bayi serigala 🐕. Maka dikumpulkanlah serigala ini bersama dengan kambing-kambingnya dalam 1 kandang.
💡Pemuda ini berpikir, dengan adanya 2 serigala ini, maka sekarang saya memiliki 22 ekor hewan piaraan didalam kandangnya. Harapannya, dengan ditambah 2 ekor serigala ini, maka nanti dia juga akan memiliki banyak kambing, sekaligus banyak serigala.
⚡Tapi apa yang terjadi? Setiap hari, tanpa disadari si pemuda, bahwa kambingnya didalam kandang berkurang. Setelah seminggu, ternyata kambingnya sudah berkurang 10 ekor.Pemuda ini bingung, seharusnya dengan ditambah 2 ekor serigala, dia harusnya memiliki 22 ekor hewan piaraan, sekarang kenapa malah tinggal 12 ekor didalam kandang?
😇Pemuda ini masih belum mengerti, kenapa kambing-kambingnya habis. Dan akhirnya, setelah berminggu-minggu kemudian, semua kambingnya habis, dan hanya tinggal 2 ekor serigala saja.
🌟Barulah disini si pemuda menyadari, bahwa tenyata yang menghabiskan kambingnya adalah 2 serigala tersebut. Tetapi, semua sudah terlambat, sekarang semua kambingnya sudah habis.
🍃Nah, begitulah perumpamaan riba. Seperti memelihara serigala diantara kumpulan kambing. Harta halal kita pada akhirnya malah ikut habis untuk menghidupi riba.Lalu, bagaimana agar harta halal kita tidak habis direnggut riba?
✔Mudah jawabannya, kembali pada cerita, apa yang seharusnya si pemuda lakukan, begitu tahu bahwa kambaing-kambingnya semakin berkurang?
❗Satu-satunya cara adalah mengeluarkan serigala dari kandang kambingnya!
🚫Tetapi lucunya, ketika usaha kita bangkrut karena riba, bukannya menyadari bahwa itu semua karena riba, eh, malah menambah riba lagi. Jadi, seperti menambah serigala kedalam kandang kambing. Maka jangan heran, kalau yang terjadi justru kambingnya semakin cepet ludesnya, dan yang tersisa malah sekumpulan serigala.
💉Mungkin anda berpikir, dari cerita tersebut, apa iya ada pemuda yang begitu bodohnya, tidak menyadari hal itu? Yah, itulah. Bahkan disekitar kita, masih banyak pula orang yang begitu bodohnya, tidak menyadari bahwa riba-lah yang menghancurkan usahanya dan menghabiskan hartanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar